Senin, 09 Januari 2012

PEMUDA DAN SOSIALISASI


Pemuda dan Sosialisasi
Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karena pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kreativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.
·         Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
a)      Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua faktor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang lain. Dari proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.
b) Media Sosialisasi
1.  Orang tua dan keluarga
2.  Sekolah
3.  Masyarakat
4.  Teman bermain
5.  Media Massa.
c) Tujuan Pokok Sosialisasi
1.  Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan).
2.  Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif.
3.  Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari.
4.  Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan.
·         Internalisasi
Adalah proses norma-norma yang mencakup norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.
a. Pendekatan klasik tentang pemuda 
Melihat bahwa muda merupakan masa perkembangan yang enak dan menarik. Kepemudaan merupakan suatu fase dalam pertumbuhan biologis seseorang yang bersifat seketika dan suatu waktu akan hilang dengan sendirinya, maka keanehan-keanehan yang menjadi ciri khas masa muda akan hilang sejalan dengan berubahnya usia.
b. Dalam hal ini hakikat kepemudaan ditinjau dari dua asumsi pokok.
Penghayatan mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu koninum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah dan setiap pragmen mempunyai arti sendiri-sendiri.
·         Peran Sosial Pemuda di masyarakat :
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
c. Asas edukatif
d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e. Asas swakarsa
f. Asas keselarasan dan terpadu
g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi

·         Peran Sosial Mahasiswa  di Masyarakat :
 Gelombang unjuk rasa untuk melawan ketidakadilan merupakan refleksi semangat idealisme mahasiswa, sekaligus sebagai kepedulian terhadap kepincangan penegakan hukum. Kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa merupakan sarana mengasah daya kritis sekaligus sebagai bekal bila kelak menerima estafet kepemimpinan.
·         Peran Strategis Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat :
Secara umum, mahasiswa mempunyai tiga peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Peran yang diemban mahasiswa tersebut adalah Mahasiswa berperan dalam melindungi kepentingan sosial masyarakat. Sudah selayaknya mahasiswa sebagai duta rakyat menunaikan amanah ini. Karena berkat masyarakatlah, mahasiswa dapat mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Biaya kuliah yang seharusnya berjuta-juta, menjadi lebih kecil dan ringan berkat kontribusi masyarakat dalam mensubsidi biaya pendidikan.

Peranan mahasiswa dalam masyarakat
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization
·         Pemuda dan Identitas
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan.
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
1. Sosial psikologi
2. sosial budaya
3. sosial ekonomi
4. sosial politik
·         Arah Pembinaan Dan Pengembangan Generasi Muda.
Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni.
a. Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa.
b. Orientasi dalam dirinya sendiri
c. Orientasi ke luar hidup di lingkungan
·         Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu :
1. Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan.
2. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan.
·         Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah :
a. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan 
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.
·         Potensi-potensi Generasi Muda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
a. Idealisme dan Daya Kritis.
b.  Dinamika dan Kreativitas.
c. Keberanian Mengambil Resiko.
d. Optimis dan Kegairahan Semangat.
e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni.
f. Sikap Kesatria
g.Terdidik
h. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
i. Patriotisme dan Nasionalisme
j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi


·         Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
·         Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.
-          Pendidikan dasar
-          Pendidikan menengah
-          Pendidikan tinggi           
·         Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2 :
1. Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh negara
2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan.
·         Alasan untuk berkesempatan bersekolah di Perguruan Tinggi :
Karena kesempatan ini tak dimiliki oleh semua orang, banyak yang berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi namun terhalang oleh keterbatasan ekonomi yang kurang mencukupi. Oleh karena itu, kita yang memiliki kesempatan ini gunakanlah dengan sebaik-baiknya dan sungguh-sugguh dalam menjalaninya. Untuk menuju masa depan yang cemerlang dan berkarya memuliakan keluarga, dan sesama. Sebagai generasi muda kita harus turut membangun bangsa melaui prestasi yang diukir lewat bidang masing-masing yang digeluti.
Sumber :         http://arifsubarkah.wordpress.com/2010/01/02/

INDIVIDU, KELUARGA dan MASYARAKAT


Individu, Keluarga dan Masyarakat

            Individu adalah individu berasal dari kata individum bahasa Latin, yaitu satuan kecil yang tak terbagi lagi dan terbatas. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup sendiri.
Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.
2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan.
3.  Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi.
·         Pegertian pertumbuhan
Pertumbuhan adalah  suatu perubahan yang menuju kea rah lebih maju dan lebih dewasa. Yang biasa disebut  dengan istilah proses deferensiasi. Menurut para ahli yang menganut asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang tahap demi tahap karena pengaruh baik pengalaman atau empiris luar melalui panca indera maupun pengalaman mengenai keadaan batin yang menimbulkan refleksionis.
·         Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan :
-          Pendirian Nativistik.
-          Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik.
-          Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme.
-          Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi.
·         Fase-fasenya, antara lain :
-  masa vital.
-  masa estetik.
- masa intelektual.
- masa sosial.
·         Pengertian fungsi keluarga dan fungsi-fungsi keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
1. Fungsi biologis :
a. Meneruskan keturunan.
b. Memelihara dan membesarkan anak.
2. Fungsi Psikologis :
a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
b. Memberikan perhatian di antara anggota keluarga.
3. Fungsi sosialisasi :
a. Membina sosialisasi pada anak.
b. Membentuk norma-norma tingkah laku.
4. Fungsi ekonomi :
a. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
b. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga
5. Fungsi pendidikan :
a. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
b. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang.
·         Pengertian keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
·         Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
2. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
3. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
·         Masyarakat terbagi menjadi dua golongan :
-          Masyarakat sederhana ; dalam lingkungan masyarakat sederhana pola pembagian kerja masih menurut jenis kelamin.
-          Masyrakat maju ; memiliki berbagai aneka ragam kelompok sosial, atau yang sering disebut kelompok organisasi kemasyarskatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu.
·         Masyarakat maju terdiri dari msyarakat non industri dan masyarakat industri  perbedaannya adalah :
-          Masyarakat non industri : yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
-          Masyarakat Industri : dalam masyarakat ini pembagian kerjanya variasi sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangan. Akan tetapi ia lebih cenderung menggunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang komplek.
·         Makna individu :
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Para ahli Psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kesatuan.
Contoh : Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya.
Untuk menjadi individu yang “mandiri” harus melalui proses. Proses yang dilaluinya adalah proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama. Menurut Sigmund Freud, superego pribadi manusia sudah mulai terbentuk pada saat manusia berumur 5-6 tahun (W.A. Gerungan, 1980: 29).
·         Makna keluarga :
Keluarga adalah bagian utama dan yang terpenting dalam kehidupan karena dari keluargalah masing-masing individu tubuh dan berkembang baik fisik dan psikisnya, mental dan spiritualnya. Karena semua yang terdapat dari prilaku individu erat kaitannya dan berawal dari keadaan keluarga yang terlepas dari faktor-faktor luar dari sebuah keluarga. Bisa disebutkan bahwa keluarga adalah inspirasi dan motivasi di dalam hidup ini.


·         Makna masyarakat :
-          Masyarakat adalah kelompok individu yang di organisasikan dan menguikuti satu cara hidup tertentu. ( M.J Herskovist)
-          Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia dengan atau karena sendirinya,bertalian secara golongan dan mempuntai pengaruh kebatinan satu sama lain. (Hasan Shadily)
·         Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat :
Individu, keluarga dan masyarakat memang memiliki hubungan/kaitan yang erat, yaitu lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar bereperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan individu. Karena faktor yang mempengaruhi selain jiwa di dalam individu untuk pegembangan dan masa depan adalah faktor yang ditimbulkan dari keluarga dan lingkungan masyarakat yang berada disekitar individu. Bila salah satu faktor luar ini ada yang mencontoh ketidak baikkan maka individu pun akan tergoncang.
·         Pengertian Urbanisasi :
Urbanisasi adalah suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. (Ensiklopedia Indonesia)
Urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan social ekonomi budaya wilayah karena percepatan faktor ekonomi.
Urbanisasi adalah suatu proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah non-urban menjadi urban. secara spasial, hal ini dikatakan sebagai suatu proses diferensiasi dan spesifikasi pemanfaatan ruang dimana lokasi tertentu menerima bagian pemukim dan fasilitas yang tidak proporsional. (Ir. Triatno Yudo Harjoko).

·         Proses terjadinya urbanisasi :
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik
-          Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi :
1.     Kehidupan kota yang lebih modern.
2.     Sarana dan prasarana kota lebih lengkap.
3.     Banyak lapangan pekerjaan di kota.
4.     Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas.
-          Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1.     Lahan pertanian semakin sempit.
2.     Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya.
3.     Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa.
4.     Terbatasnya sarana dan prasarana di desa.
5.     Diusir dari desa asal.
6.     Memiliki impian kuat menjadi orang kaya.
-           Keuntungan Urbanisasi
1.     Memoderenisasikan warga desa.
2.     Menambah pengetahuan warga desa.
3.     Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah.
4.     Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa.
Sumber :
http://bahankuliahnyaryo.blogspot.com
http://belajarhukumindonesia.blogspot.com