Kamis, 05 April 2012

Kebangkitan Pedagang Muslim China



            Sejarah menunjukkan perdagangan China diawali dengan masuknya pedagang Arab dan Persia yng masuk ke China sekaligus untuk menebarkan Dakwah Islam. Jalur Sutra, itulah sebutan untuk jalur perdagangan muslim yang dating ke China. Dalam perdagangan ini pedagang banyak belajar mengenai bagaimana membuat sutra dan kertas, juga penggunaan kompas dan angka dari India.
            Lewat jalur perdagangan darat dan laut pada pertengahan abad ke-7 para pedagang Arab dan Persia menjalin hubungan dagang dengan penduduk China lewat Jalur Sutra. Sejak itulah Islam berkembang di beberapa kawasan di daratan China. Seiring perkembangan, sejarah Islam di China tak lepas juga dari kepemimpinan Zheng He alias Laksamana Cheng Ho. Zheng dikenal sebagai muslim taat yang hidup pada Dinasti Ming (1371-1435) dan salah satu muslim berpengaruh dalam penyebaran agama islam di China.
            Pedagang-pedagang muslim selalu berkelompok, membentuk kabilah-kabilah saat melakukan perjalanan ke barat laut China dan provinsi Yunan. Sesampainya mereka di tempat tujuan mereka segera menuju masjid. Masjid bagi kabilah-kabilah dagang tersebut digunakan sebagai tempat bermalam, demi memudahkan mereka untuk ber-thaharah, juga melaksanakan ibadah. Semangat yang ada dalam pedagang muslim China ini membuat kehidupan beberapa kota di kawasan Negeri Tirai Bambu ini mulai ‘hidup’ kembali. Para pedagang muslim China, seperti juga para pedagang seribu tahun yang lalu memperkenalkan Islam pertama kali, sekarang pun mereka memiliki andil besar dalam kebangkitan kembali Islam di negeri itu.
            Tak heran jika banyak bermunculan kota-kota pusat perdagangan yang banyak dihuni oleh pedagang muslim China salah satunya kota Guangzhou. Kota ini sejak lama terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan internasional yang menarik pedaganng muslim dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara selama bertahun-tahun.
            Kini menurut Asosiasi Islami Guangzhou, jumlah muslim yang tinggal di kota ini meningkat sekitar 50 ribu hingga 60 ribu orang. Bandingkan dengan 10 tahun yang lalu hanya ada 9.838 mmuslim saja. Di kota ini masjid banyak didirikan, termasuk Masjid Huaisheng yang terkenal. Masjid ini dibangun oleh Saad bin Abi Waqqash, salah seorang sahabat Rasul. Begitu juga kota Xian hidup komunitas muslim bernama Beiyuanmen.
            Kiprah pedagang muslim yang mampu menghidupkan kota Tiongkok menjadi salah satu pertanda bahwa cahaya Islam terbukti mampu memberi cahaya manfaat bagi seluruh muslim di dunia. Kebesaran sejarah yang semula tenggelam, kini mulai bangkit menerangi China.

       Sumber :   Majalah muzakki
                        Republika online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar